Rahmi Mudia Alti, Rahmi Mudia Alti
(2018)
SINTESIS DAN KARAKTESRISASI KOMPLEKS NIKEL(II) DENGAN LIGAN 4.7-DIAZADECANEDIAMIDE VARIASI ANION NO2-, SCN-, DAN OH.
Jurnal Indept Fakultas Teknik.
Abstract
Ligan 4.7-diazadecanediamide (C8H18N4O2) merupakan ligan tetradentat yang memiliki dua atom oksigen dan
dua atom nitrogen sebagai atom donor. Pada penelitian ini, ligan 4.7-diazadecanediamide dan kompleks nikel(II)
dengan ligan 4.7-diazadecanediamide variasi anion SCN-
, NO2
-
, dan OHtelah berhasil disintesis. Penentuan rumus
ligan 4.7-diazadecanediamide dikonfirmasi dari data analisis unsur dengan data kadar C, H, dan N sebagai berikut:
C 47,43% (47,51), H: 8,30% (8,96), dan N: 27,54% (27,70). Rendemen ligan yang dihasilkan sebesar 84 %. Ligan ini
berbentuk serbuk putih pada suhu ruang, stabil di udara terbuka, dan memiliki titik leleh pada rentang suhu 169-
172 ⁰C. Empat senyawa kompleks nikel(II) telah disintesis menggunakan ligan ini.
Kompleks yang dihasilkan memiliki warna yang beragam. Kompleks [Ni(C8H18N4O2)(H2O)2]Cl2 berwarna biru
pucat, kompleks [Ni(C8H18N4O2)(NCS)2] berwarna biru, kompleks [Ni(C8H18N4O2)(NO2)2] berwarna merah keunguan,
dan kompleks [Ni(C8H16N4O2)] berwarna kuning. Rendemen kompleks [Ni(C8H18N4O2)(H2O)2]Cl2,
[Ni(C8H18N4O2)(NCS)2], [Ni(C8H18N4O2)(NO2)2], dan [Ni(C8H16N4O2)] secara berturut-turut: 59%, 79%, 31%, dan 73%.
Kompleks [Ni(C8H18N4O2)(H2O)2]Cl2, [Ni(C8H18N4O2)(NCS)2] dan [Ni(C8H18N4O2)(NO2)2] memiliki geometri oktahedral
dengan sistem Ni-N2O4. Geometri oktahedral diketahui dari tiga puncak yang diperoleh pada spektrum absorbansi
daerah sinar tampak. Puncak yang diperoleh secara berurutan sesuai dengan transisi spin yang diperbolehkan dari
ion Ni2+(d
8
) yaitu: 3
A2g→
3
T1g (P), 3
A2g→
3
T1g (F), dan 3
A2g→
3
T2g. Kompleks [Ni(C8H18N4O2)(H2O)2]Cl2,
[Ni(C8H18N4O2)(NCS)2] dan [Ni(C8H18N4O2)(NO2)2] bersifat paramagnetik dengan momen magnet 2,8 BM yang setara
dengan dua elektron tidak berpasangan pada Ni2+ dalam medan oktahedral. Dalam bentuk padatan, ligan NCSdan
ligan NO2
- masing-masing terkoordinasi dengan ion nikel(II). Ini dibuktikan dari spektrum IR dengan adanya pita
pada daerah 2085 cm
-1
yang merupakan karakteristik dari regangan CN pada NCS dan pita pada 1265 cm-1
yang
merupakan nilai regangan simetrik (νs
) dari NO2.
Dalam keadaan larutan, gugus NCSdan NO2
-
berperan sebagai anion sementara posisi aksial diisi oleh H2O.
Ini dibuktikan dari spektrum absorbsi kompleks pada panjang gelombang 362, 593, dan 896 nm yang nilainya sama
dengan spektrum absorbansi kompleks Ni(C8H18N4O2)(H2O)2]Cl2. Selain itu, hantaran yang diperoleh untuk kedua
kompleks tersebut sebesar 298 cm
-1mol-1
Ω
-1
dan 303 cm-1mol-1
Ω
-1 yang setara dengan tiga ion. Padatan kompleks
[Ni(C8H18N4O2)(NO2)2] menunjukkan efek termokromik karena terjadi perubahan warna dari warna merah pada
suhu ruang menjadi biru ketika dipanaskan sampai 105 ⁰C. Perubahan warna terjadi secara reversible. Pada
kompleks ini, ligan menjadi anionik karena pada keadaan basa, karena gugus amida pada ligan mengalami
protonasi yang menyebabkan perubahan koordinasi ikatan Ni-O menjadi Ni-N. Oleh karena itu pada kompleks
[Ni(C8H16N4O2)], ion nikel(II) memiliki sistem Ni-N4. Kompleks ini bermuatan netral yang dibuktikan dengan hasil
hantaran molar sebesar 39 cm-1mol-1Ω-1
.
Kata kunci: 4.7-diazadecanediamide, kompleks nikel(II), termokromik
Actions (login required)
 |
View Item |